Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Container Icon

Teruntuk Kekasih


Bismillah....

Dear my love anywhere you are now..
Kekasih, gimana kabar imanmu saat ini? Semoga engkau senantiasa dalam penjagaanNya. Semoga engkau selalu istiqomah di jalanNya. Doakan aku ya, mudah-mudahan juga seperti doaku untukmu.

Kekasih, aku disini sungguh merindukan kehadiranmu, kapan kita bisa bertemu? Engkau yang disana apakah juga teringat padaku?? Ku harap juga begitu..
Tahukah engkau, kekasih,  disini aku senantiasa menjaga diriku, menjaga hati dan pandanganku, hingga suatu hari nanti ku sepenuhnya menjadi milikmu. Kan ku serahkan jiwa ragaku tuk dirimu wahai kekasih hatiku. Di malam yang syahdu, yang kita tuggu-tunggu. Saat itulah saat dimana aku dan dirimu telah halal dan kita menyatu dalam ikatan nan suci. 

Ya, ku jaga diriku untuk suatu malam yang aku bisa membuktikan bahwa aku adalah bidadari yang pantas buatmu, bidadari yang kan meluluhkan hatimu. Kujaga kehormatanku hanya untuk dirimu wahai kasih. Apakah kau juga begitu?? 

Kasih, yang saat ini lagi giat menuntut ilmu syar’i, kelak ajari aku ilmu yang telah kau peroleh, bimbing aku agar semakin dekat dengan Ar-Rahman. Tuntun aku kedalam indahnya taman surga.

Kekasihku, yang kini entah dimana berada, aku jatuh cinta padamu karena dekatnya dirimu dengan Tuhanmu. Aku harap kita bisa bersama hingga di surga nanti... aamiiin... 


By calon bidadari surga

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

HATI-HATI DENGAN FITNAH LAWAN JENIS


HATI-HATI DENGAN FITNAH LAWAN JENIS

Awalnya kenalan, terus sering kirim salam, pura-pura tanya kabar, terus sering nasehat-nasehatan, terus ngebahas yang gak jelas karuan, apalagi curhat-curhatan, setelah itu tumbuh rindu kalau gak dibalas itu pesan, terasa dekat meskipun jauh dari pandangan. Angan-angannya terbang melayang sampai nabrak awan. Uh, bener bener telah tergoda rayuan setan. Namanya slalu kebayang dalam pikiran, apalagi wajahnya yang rupawan, sulit terlupakan.  Tidur gak nyenyak n gak nafsu makan. Apalagi kalu lagi turun tuh iman.  Ibadah jadi terlupakan. Bukan untuk mengingat ar-Rahman, eh malah inget tu pujaan. Gimana sih kawan?!!
Ayolah kawan, sadarkan diri kalian. Jangan turuti hawa nafsu n bisikan setan.

Wahai kaum yang beriman, jagalah iman kalian. Karena setan selalu sabar mencuri iman kalian. Tak kenal tempat dan zaman. Supaya terhindar dari fitnah akhwat/ikhwan.
Katanya sudah tegak hujjah di hati kalian, kenapa ilmu itu gak kau amalkan?? Apakah menuntut ilmu itu hanya untuk mengisi waktu luang? Atau untuk menambah keimanan?!
Sadarlah kawan,, sebelum datang kematian. Jangan sia-siakan wktu dan fikiran hanya untuk memikirkan dia seorang. Kasihan lah nanti pasangan sah kalian, hanya kau beri perhatian dgn sisa-sisa energi kalian. Duh, sangat menyedihkan. Ayo kawan, bentengi keimanan , jangan sampai terjerumus dalam lingkaran setan. Sebelum penyesalan itu datang.
Oke kawan,,^^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Berdakwah dulu, Senyum kemudian..

Berdakwah dulu, senyum kemudian..


Seseorang yang telah mengenal dan belajar sunnah tentu menginginkan semua gerak dan langkah hidupnya berdasarkan sunnah Nabi Shallallaahu ‘Alaihi wa sallam. Pun termasuk prosesi pernikahannya kelak. Berharap pernikahannya nanti tidak bertaburan adat-adat ataupun tradisi yang bertentangan dengan syari’at. Bagi yang orangtuanya sudah faham dengan syariat dan sunnah, tentu tidak menjadi masalah. Tapi yang orangtuanya masih awam dengan ilmu dien maka ini yang menjadi “PR”. 


Seseorang yang telah memahami sunnah, tentu faham bahwa di dalam proses pernikahan tidak boleh ada hal-hal yang berbau syirik ataupun bid’ah ataupun hal-hal yang melanggar syari’at lainnya. Ia menginginkan ketika walimahnya nanti tidak ada ikhthilath (campur baur) antara tamu putra dan tamu putri, tidak ada musik, calon mempelai duduk terpisah waktu akad dan tidak dipajang secara berdampingan dihadapan para tamu, dsb. Ya, itu wajar saja, karena ia berharap awal dari perjalanan rumah tangganya menjadi berkah dan pernikahannya penuh rahmat.


Untuk mewujudkan hal tersebut tentu bukan sesuatu yang instan untuk diwujudkan. Karena butuh proses yang panjang. Berdakwah. Tentu ia harus mendakwahi keluarganya terlebih dahulu, khususnya ayah dan ibu dan anggota keluarga yang lain. Dan tentu dakwah ini harus dilakukan jauh-jauh hari sebelum hari “H” itu terlaksana. Karena akan mengalami kesulitan untuk mengamalkan sunnah ini jika 2 bulan menjelang hari “H” baru bilang pada ayah dan ibu kalau tidak mau ini tidak mau itu, gak boleh begini gak boleh begitu. Oleh karena itu, perlu pendekatan-pendekatan dalam mendakwahi mereka.


Orang tua, mereka tentu tidak mau yang namanya “digurui”. Maka, untuk mendakwahkan sunnah kepada orangtua bisa dengan jurus-jurus tertentu. Misalnya, menyelipkan dakwah kita diantara canda dengan orang tua waktu ngobrol ringan. Sehingga tidak akan terkesan menggurui mereka. Awalnya mungkin mereka akan menolak. Tapi, kalau sering-sering membicarakan “masalah-masalah” tersebut di telinga mereka, maka lama-lama juga akan menjadi hal yang biasa. Ingat kaidah: sesuatu yang asing kalau diulang-ulang maka akan terbiasa. Oleh karena itu, sering-sering menyampaikan harapan-harapan yang sesuai sunnah tersebut sekaligus berdakwah akan mempermudah terwujudnya harapan tersebut. Bukan sekedar harapan hampa, tapi harapan untuk mendapat ridho Allah subhanahu wa ta’ala. 


Kebanyakan para aktifis, mereka sibuk dengan dunia kampusnya, organisasinya, juga dakwahnya dan sring melupakan menjaga interaksi dengan keluarganya. Sehingga ketika waktu mau nikah baru mengatakan ke orangtuanya,” Pak, nikahnya besok gak pakai musik”, “ Bu, tamu putra dan putri harus dipisah”,dll. Maka itu akan “gatol” (gagal total) kecuali  yang orangtuanya sudah faham. 


Oleh karena itu, yang berkeinginan menikah sesuai sunnah, maka sejak sekarang juga kondisikan orangtua, dakwahi orang tua dengan lemah lembut dan sabar. ”Dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik” (QS 17: 23). Ajak untuk hadir di majelis-majelis ilmu, jelaskan dengan kasih sayang. Selain itu, mendakwahkan kepada tetangga sekitar juga sangat perlu, karena mereka yang akan membantu dalam menyelenggarakan akad dan walimah. Dan semua perlu proses yang panjang. Sehingga kelak suatu saat ketika hari “H” telah disepakati, akan mudah dalam mengurus semuanya. In-sya Allah. Hingga akhirnya bisa menikah sesuai sunnah, yang tidak dicemari oleh adat ataupun tradisi yang berlawanan dengan syari’at. Sebuah awal yang syar’i untuk kelanjutan yang diridhoi. Maka, tersenyumlah... ^^


by : bintang senja

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Komunikasi pun, ada seni-nya...

komunikasi pun, ada seni-nya...

.

Manusia adalah makhluk sosial yang tentu ada interaksi diantara mereka. Islam mengajarkan tata cara dalam berinteraksi terhadap sesama makhluk Allah, terlebih berinteraksi kepada sesama manusia atau biasa disebut dengan muamalah. Islam sangat menghormati hak-hak manusia. Oleh karena itu, sebagai seorang muslim tentulah kita harus menjaga hak-hak orang lain agar tidak ada yang terzhalimi, khususnya dalam berkomunikasi. Islam mengajarkan supaya dalam bertutur kata, jangan sampai menyinggung perasaan lawan bicara atau menyakitinya.

Dalam berinteraksi kepada orang lain, harus disesuaikan dengan kadar pemahaman mereka. Akan sangat terasa aneh ketika ada seorang mahasiswa yang berbicara dihadapan penduduk desa yang mayoritas mereka minim dalam pendidikan, sedangkan mahasiswa tersebut menggunakan bahasa tingkat mahasiswa “bahasa intelektual” supaya dianggap orang yang pandai tetapi pada kenyataannya malah tidak bisa dipahami oleh penduduk desa tersebut. Maka seharusnya ia menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh lawan bicaranya. Ada atsar dari shahabat ibnu mas’ud mengatakan:”Barang siapa ketika berbicara pada suatu kaum dengan pembicaraan yang tidak dipahami maka akan menimbulkan fitnah (kerusakan)”.

Oleh karena itu, memahami karakter individu yang menjadi lawan bicara kita sangatlah perlu. Kita mesti mengetahui apa saja yang hal-hal yang tidak disenanginya atau yang disenanginya, supaya lisan kita tidak menyinggung perasaannya atau melukai hatinya. Supaya hak-haknya tetap terjaga. Diantara hal-hal yang tidak disenangi manusia pada umumnya adalah:

1.       Manusia itu tidak suka dinasehati secara terbuka atau terang-terangan di hadapan orang lain. Menasehati secara terang-terangan di hadapan orang lain bisa membuatnya mau, dan menjatuhkan harga dirinya. Islam mengajarkan supaya ketika menasehati orang lain, maka hendaklah dilakukan dengan empat-mata atau dengan sembunyi-sembunyi, karena hal itu akan lebih mudah diterima. Juga aibnya bisa terjaga.

2.       Manusia tidak suka diperintah, dilarang, atau dikritik secara langsung. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika hendak menyuruh ataupun melarang, maka beliau memeberi kabar atau berita terlebih dahulu. Jadi tidak terkesan menggurui. 

3.       Manusia tidak suka dengan orang lain yang hanya melihat keburukannya saja tanpa melihat kebaikan-kebaikannya.

4.       Manusia tidak suka orang lain mengingat-ingat kesalahannya. Memaafkan itu lebih utama. Sebagai contoh misalnya ada saudara atau teman kita yang tidak menghadiri rapat dan tanpa izin, maka sebaiknya kita berkhusnuzhon dahulu kepadanya dan memberikan udhur untuknya. Maka kita katakan, “mungkin saja teman kita lagi ada halangan dan tidak sempat izin, atau barangkali mau izin tapi tidak punya pulsa untuk telepon, dll...”

Setelah kita mengetahui beberapa hal yang tidak disenangi manusia, maka kita juga perlu mengetahui hal-hal yang disenangi oleh manusia secara umum. Diantaranya adalah:
1.       Manusia suka diberi perhatian.
2.       Manusia suka di dengarkan ceritanya.
3.       Manusia suka dihormati dan dihargai.
4.       Manusia suka diberi ucapan terimakasih.
5.       Manusia suka dipanggil dengan nama kesukaannya, dll.


akhirnya, sebagai seorang muslim kita harus berusaha untuk membuat saudara kita senang, atau kalau kita tidak bisa membuatnya senang, jangan membuatnya sedih. kita jaga lisan kita dari hal-hal yang membuat saudara kita tersakiti. 


Maraji’ : seni komunikasi dengan manusia karya Abdullah Al-Khatiry

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS