Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Container Icon

Komunikasi pun, ada seni-nya...

komunikasi pun, ada seni-nya...

.

Manusia adalah makhluk sosial yang tentu ada interaksi diantara mereka. Islam mengajarkan tata cara dalam berinteraksi terhadap sesama makhluk Allah, terlebih berinteraksi kepada sesama manusia atau biasa disebut dengan muamalah. Islam sangat menghormati hak-hak manusia. Oleh karena itu, sebagai seorang muslim tentulah kita harus menjaga hak-hak orang lain agar tidak ada yang terzhalimi, khususnya dalam berkomunikasi. Islam mengajarkan supaya dalam bertutur kata, jangan sampai menyinggung perasaan lawan bicara atau menyakitinya.

Dalam berinteraksi kepada orang lain, harus disesuaikan dengan kadar pemahaman mereka. Akan sangat terasa aneh ketika ada seorang mahasiswa yang berbicara dihadapan penduduk desa yang mayoritas mereka minim dalam pendidikan, sedangkan mahasiswa tersebut menggunakan bahasa tingkat mahasiswa “bahasa intelektual” supaya dianggap orang yang pandai tetapi pada kenyataannya malah tidak bisa dipahami oleh penduduk desa tersebut. Maka seharusnya ia menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh lawan bicaranya. Ada atsar dari shahabat ibnu mas’ud mengatakan:”Barang siapa ketika berbicara pada suatu kaum dengan pembicaraan yang tidak dipahami maka akan menimbulkan fitnah (kerusakan)”.

Oleh karena itu, memahami karakter individu yang menjadi lawan bicara kita sangatlah perlu. Kita mesti mengetahui apa saja yang hal-hal yang tidak disenanginya atau yang disenanginya, supaya lisan kita tidak menyinggung perasaannya atau melukai hatinya. Supaya hak-haknya tetap terjaga. Diantara hal-hal yang tidak disenangi manusia pada umumnya adalah:

1.       Manusia itu tidak suka dinasehati secara terbuka atau terang-terangan di hadapan orang lain. Menasehati secara terang-terangan di hadapan orang lain bisa membuatnya mau, dan menjatuhkan harga dirinya. Islam mengajarkan supaya ketika menasehati orang lain, maka hendaklah dilakukan dengan empat-mata atau dengan sembunyi-sembunyi, karena hal itu akan lebih mudah diterima. Juga aibnya bisa terjaga.

2.       Manusia tidak suka diperintah, dilarang, atau dikritik secara langsung. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika hendak menyuruh ataupun melarang, maka beliau memeberi kabar atau berita terlebih dahulu. Jadi tidak terkesan menggurui. 

3.       Manusia tidak suka dengan orang lain yang hanya melihat keburukannya saja tanpa melihat kebaikan-kebaikannya.

4.       Manusia tidak suka orang lain mengingat-ingat kesalahannya. Memaafkan itu lebih utama. Sebagai contoh misalnya ada saudara atau teman kita yang tidak menghadiri rapat dan tanpa izin, maka sebaiknya kita berkhusnuzhon dahulu kepadanya dan memberikan udhur untuknya. Maka kita katakan, “mungkin saja teman kita lagi ada halangan dan tidak sempat izin, atau barangkali mau izin tapi tidak punya pulsa untuk telepon, dll...”

Setelah kita mengetahui beberapa hal yang tidak disenangi manusia, maka kita juga perlu mengetahui hal-hal yang disenangi oleh manusia secara umum. Diantaranya adalah:
1.       Manusia suka diberi perhatian.
2.       Manusia suka di dengarkan ceritanya.
3.       Manusia suka dihormati dan dihargai.
4.       Manusia suka diberi ucapan terimakasih.
5.       Manusia suka dipanggil dengan nama kesukaannya, dll.


akhirnya, sebagai seorang muslim kita harus berusaha untuk membuat saudara kita senang, atau kalau kita tidak bisa membuatnya senang, jangan membuatnya sedih. kita jaga lisan kita dari hal-hal yang membuat saudara kita tersakiti. 


Maraji’ : seni komunikasi dengan manusia karya Abdullah Al-Khatiry

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Membumikan Al-Qur'an


Membumikan Al-Qur’an



 “Hari ini kita memimpikan untuk membumikan Al-Qur’an, insyaAllah entah itu lima tahun lagi, atau sepuluh tahun lagi akan terbukti menjadi kenyataan.”(Ust. Abdul Aziz)

Istilah membumikan Al-Qur’an yaitu bahwasanya Al-Qur’an itu supaya tersebar di muka bumi, yakni segala tingkah laku manusia khususnya umat muslim semua berdasarkan atas petunjuk Al-Qur’an. Untuk membumikan Al-Qur’an maka harus dimulai dari keluarga terlebih dahulu. Karena keluarga adalah lingkup masyarakat terkecil sebelum ke masyarakat yang lebih besar. Dari keluargalah nilai-nilai Al-Qur’an itu tertanam pada tiap pribadi muslim. Maka, sebelum Al-Qur’an ini membumi di negeri, maka bumikanlah Al-Qur’an itu kedalam setiap diri pribadi muslim. 

Al-Qur’an itu bagai musim semi bagi manusia. Al-Qur’an bagai telaga di padang sahara. Bagai cahaya dalam gulita. Ia menyinari jiwa bagi yang mengamalkannya. 

Alhamdulillah, banyak dari kita yang sudah beriman kepada Al-Qur’an atas kehendak Allah, namun kita lihat masih banyak yang enggan untuk sekedar membacanya saja, apalagi mentadabburi atau menghafalkan bahkan  mengamalkannya. Masih tersa berat di lisan untuk membacanya. Maka sebagai seorang muslim, hendaklah berinstropeksi diri. 

Ketika seseorang itu sudah bisa bertahan dan istiqomah dalam membaca Al-Qur’an, maka ada hal lain lagi yang menjadi kendala, yaitu enggan untuk mentadabburinya. Semangat dalam membaca bahkan sampai berhalaman-halaman, ia terlalu sibuk menghitung lembaran demi lembaran, sehingga lupa untuk mentadabburinya. Dan akibatnya, tidak faham dengan apa yang terkandung dalam Al-Qur’an tersebut. Itu juga patut untuk kita instropeksi terhadapnya.

Oleh karena itu, ketika sudah semangat dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an, maka jangan hanya semangat dari sisi teknis saja, tapi juga dari sisi syar’ie-nya. Menurut ustadz Abdul Aziz dalam seminarnya, beliau mengatakan bahwa ada lima semangat untuk memperbaiki interaksi kita dengan Al-Qur’an entah itu dalam membacanya, mentadabburinya, menghafalnya, dll. Kelima semangat tersebut yaitu:
1.      Semangat ta’abbudiy
Semangat bahwa dengan Al-Qur’an kita bisa semakin meningkatkan ibadah kepada Allah. Membaca Al-Qur’an termasuk ibadah yang akan mendapat pahala di sisiNya. Tiap huruf yang dibaca mendapat satu kebaikan. Dengan itulah, kita semangat untuk membacanya.
2.      Semangat ta’allumiy
Al-Qur’an harus bisa menggerakkan diri kita, baik secara langsung maupun tidak langsung, supaya Al-Qur’an itu dikaji oleh masyarakat luas. Al-Qur’an harus dijadikan materi utama yang harus dipelajari.
3.      Semangat Tarbawiy
Al-Quran hendaknya menjadi cermin bagi diri kita. Saat kita membacanya, mentadabburinya, atau menghafalnya, maka kita tanya pada diri masing-masing, Apakah kita sudah sesuai seperti apa yang Al-Qur’an inginkan. Ketika kita membaca surat Al-Fatihah saja misalnya, ketika sampai pada ayat lima, “iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin” , kita patut bertanya pada diri kita, apakah sudah benar-benar hanya kepada Allah kita beribadah?! Dan hanya kepada Allah saja kita meminta pertolongan?! Kalau belum, maka harus kita perbaiki cara ibadah kita kepada Allah.
4.      Semangat da’awwiy
Al-Qur’an itu harus menjadi penggerak-penggerak kita untuk berdakwah. Kalau sudah semangat ber Al-Qur’an tapi tidak memiliki semangat dakwah, maka Al-Qur’an hanya akan sekedar terbaca tanpa ada realita.
Sebagai contoh misalnya QS: 2 ayat 183 perintah untuk berpuasa ramadhan, dan ayat 176 perintah untuk menegakkan hukum Qishash. Redaksi perintahnya sama, namun realita pelaksanaanya berbeda. Yang satu diimani dan diamalkan, yang satu masih banyak yang belum mengimaninya. Maka ini harus kita dakwahkan, supaya semua perintah Allah bisa tegak diatas bumi.
5.      Semangat jihadi
Al-Qur’an ditunkan agar kita tidak terfitnah atas upaya-upaya orang kafir dalam memusuhi dakwah islam. Ingatlah, sesungguhnya ketika kita membaca surat taubah kita sedang dibangun semangat jihad kita. Begitu pula ketika membaca surat ataupun ayat yang berkaitan dengan jihad seperti QS Ash-Shaf, An-Nisa, dll.

Semoga Al-Qur’an membumi dalam pribadi kita, yang kemudian akan membumi di permukaan dunia.
Semangat untuk membumikan Al-Qur’an.!!!



# Berdasarkan seminar Al-Qur’an di MP UIN Suka, pada tanggal 7 april 2013 dengan pembicara ustadz Abdul Aziz Ar-Rauf, Lc


By: bintang senja

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kisah Ayahku (nasehat untuk para pecandu rokok)




Setiap orang tentu mengalami masa lalu, entah itu masa lalu yang gemilang atau yang kelam. Dan  masa lalu itu tentu akan berdampak di masa sekarang. Entah disadari atau tidak. Karena kita adalah produk masa lalu. Demikian pula ayahku.

Siapa yang tidak mengenal sosok seorang ayah? Setiap anak pasti mengenalnya. Termasuk diriku. Beberapa hari yang lalu, menjelang dhuhur aku mendapat telpon dari ibuku. Aku disuruh untuk pulang, karena ayah sakit. Memang beberapa bulan terakhir ayahku memang sudah sakit-sakitan. Sakit-sembuh, sakit-sembuh, itu ku anggap mungkin karena memang usia beliau yang sudah lanjut. Meskipun banyak juga yang seusia ayahku pada masih sehat dan segar bugar. Tapi kali ini berbeda, ibu mengabarkan kalau ayah sudah tidak bisa tidur dalam sepekan dikarenakan sesak yang dirasakannya. Dan paginya sebelum meneleponku ayah dibawa ke puskesmas, tapi pihak puskesmas sudah angkat tangan karena melihat kondisi ayahku yang cukup serius, dan tak ada alat yang memadai. Makanya, aku diminta ibuku untuk pulang hari itu juga untuk mengantar ayah ke rumah sakit di kota K.

aku bingung, di satu sisi aku sudah berencana untuk menyelesaikan tugas-tugasku yang menumpuk di akhir pekan ini, tapi qodarullah, aku harus pulang yang berarti tentu saja aku tak bisa menyelesaikan tugasku akhir pekan ini.

Akhirnya setelah shalat dhuhur aku pulang naik bis dan sampai dirumah menjelang asar. Pikiranku kacau. Aku beristighfar di sepanjang perjalanan, berdoa kepada Allah supaya ayah cepat sembuh. Juga memohonkan ampunan atas semua kesalahan dan dosa-dosanya di masa lampau.

Tiba dirumah, aku melihat kondisi ayahku yang lebih parah dibanding 3 minggu yang lalu saat aku berangkat dari rumah. Bibirku tak bisa berkata apa-apa, hanya air mata yang berbicara. Aku berusaha menyembunyikannya.

Ba’da maghrib aku baru bisa mengentarkan ayah ke rumah sakit di kota K. Karena menunggu tetangga yang bisa mengantarkan kami dengan mobilnya. Di temani oleh bulek (adik ayah) dan juga tetanggaku yang menyetir mobil. Sampai di RS pas waktu isya’ . kami segera turun dan ayah pun langsung di jemput perawat RS dengan tempat tidur dorongnya, lalu dibawa masuk untuk segera diperiksa. Sedangkan aku mengurus pendaftaran pasien. Bulek yang menemani ayah ke dalam.

 Tapi tak lama kemudian, bulek pun langsung pulang karena ada suatu hal. Hanya aku sendiri yang menunggui ayah. Saat itu pikiranku kalut. Aku baru pertama kali mengurusi hal semacam ini. Apalagi dengan yang namanya rumah sakit, aku serasa mual dengan aroma obat-obat kimia yang menusuk perut. Juga membuat tulang-tulangku lemas. Betapa gak enaknya di rumah sakit itu.

Sekitar jam 9 ayah baru mendapat ruangan. Sebelumnya aku dipanggil oleh petugas kesehatan disana, mengatakan kalau ayah sakit jantung dan harus di tempatkan di ruang HCU (High Care Unit) supaya bisa dikontrol oleh monitor. Aku tak tau apa itu, yang penting ayah di rawat. Akhirnya ayah dibawa ke ruang HCU setelah sebelumnya bagian jantungnya di Rontgen.

MasyaAllah, aku termenung dan mulai menyadari hal ini. Dulu ayah memang pecandu rokok berat. Itu aku mendapat cerita dari ibuku. Katanya sejak masih muda ayah memang perokok. Hampir setiap hari menghabiskan satu bungkus rokok.

Aku sudah tidak suka dengan ayahku sejak aku kecil. Aku tidak suka dengan kebiasaannya merokok di sekitarku. Karena asapnya membuatku batuk. Dan itu juga yang aku tidak mau mencium ayah sebagaimana dilakukan oleh teman-temanku. Yang mereka bisa bermain-main dengan ayahnya. Tidak dengan diriku. Aku tidak suka bau rokok yang masih tertinggal di wajahnya bahkan saat beliau berbicara. Hingga kebiasaanku sejak kecil terbawa sampai aku dewasa. Aku tidak mau berdekatan dengan ayah yang bau rokok. –astaghfirullah-

Pernah, suatu saat ketika aku SMA aku menegur ayahku supaya berhenti merokok, tapi aku malah dimarahi. Katanya, merokok itu ibarat makan. Malah, ayah berbalik menyuruhku untuk berhenti makan nasi. Aneh. Nasi disamakan dengan rokok. ???

Melihat ekonomi keluarga yang pas-pasan pun ayah tetap bela-belain beli rokok. Coba kalau uang untuk beli rokok itu ditabung, dalam sebulan sudah terkumpul banyak. Bisa buat bayar sekolah atau seenggaknya untuk sedekah. Itu lebih baik.

Perlu sebuah proses untuk menyadarkan ayah dari rokoknya. Saat aku sudah memasuki bangku kuliah, ada peningkatan. Ketika aku di dalam rumah, dan ayah ingin merokok ia keluar. Ya, karena sudah tau sikapku. Aku pun juga tetap berusaha supaya ayah berhenti merokok. Dari dulu Ayah sering batuk-batuk, dan ketika batukk memang berhenti dari rokok. Tapi ketika batunya sembuh maka kebiasaannya kemabli lagi. Dan  Beberapa bulan yang lalu, ayah sakit batuk batuk, dan aku menasehatinya supaya berhenti merokok. Lama kelamaan ayah meninggalkannya. Tapi sudah terlambat. Batuk batuknya meskipun sudah diobati, selang bentar kambuh lagi. Sampai beberapa minggu yang lalu, ayah mengeluhkan kalau ia sesak napas (susah bernapas), itu hanya diobatinya dengan ‘napasin’ dan juga berkali-kali suntik ke dokter.  Hasilnya ‘nol’. Racun yang ada dalam rokok sudah terlalu menumpuk di dalam tubuhnya. Ayah tidak bisa tidur. Dan selalu mengeluhkan sakitnya.

Hingga, saat ku lihat ayah di atas pemberingan di ruang HCU, aku bisa merasakan kepedihannya. Air mataku jatuh. Aku kasihan sama ayah. Ayah yang selama ini berusaha tegar untuk aku, kini aku melihatnya tak berdaya. Ia diserang oleh rasa sakitnya. Jantung. Itu adalah organ vital pada tubuh manusia. Juga lambungnya. Mungkin karena posisi nasi digantikannya dengan asap rokok. – masyaAllah – . Ya Allah, ampunilah dosa-dosa ayah dimasa lalu... maafkan ia Ya Allah... semoga sakit yang dirasakannya sekarang bisa menggugurkan dosa-dosanya dimasa lalu, dimana ia menzhalimi dirinya sendiri, menzhalimi jasad yang Engkau amanahkan...

Buat para pecandu rokok, sebelum terlambat, berhentilah merokok sekarang juga. Kasihan anak dan istrimu. Kasihan keluargamu. Apakah harus ditimpakan musibah terlebih dahulu supaya kau berhenti dari kezhaliman itu?! Hapuslah bayang bayang kebahagiaan semu itu.

Bukan sebuah mitos pesan yang ada di bungkus rokok itu. Yang menyatakan bahwa:




“merokok bisa menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin”.  Itu memang benar-benar terbukti.  Jujur para produsen rokok itu. Tapi hanya orang-orang yang mau ditipu dan dikuras hartanya saja yang tidak mengindahkan pesan tersebut.


Semoga kisah ini bisa menyentil para pecandu rokok.. dan mau berhenti sebelum ‘masa’nya yang berhenti.

Saat kisah ini ditulis, ayah masih menjalani perawatan di rumah sakit. Mohon doanya dari pembaca semua, semoga ayah diberi ketabahan. Demikian pula keluarganya.





Kota Y, 3 April 2013
by: bintang senja

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Diary Seorang Muslimah


Bismillahirrahmanirrahiim...

Cinta,  dengarlah curahan hatiku...
Lewat goresan yang terukir di atas kertas ini.
Cinta, aku tahu bahwa fitnah terbesar bagi seorang laki-laki adalah wanita. Makanya, islam mengajarkan supaya wanita muslimah menutup [menutup= bukan membungkus] rapat auratnya. Tidak merendahkan suaranya di hadapan lelaki non mahram. Menjaga batasan interaksi terhadap lawan jenis yang bukan mahram. Tidak bertabarruj seperti wanita jahiliyah. Tidak menyerupai laki-laki dalam berpakaian. Dan menjaga kehormatannya sebagai seorang muslimah, sebagai hamba Allah. Itu semua bukan untuk merendahkan martabat seorang wanita, justru hal itu untuk menunjukkan betapa mulianya seorang wanita itu.

Namun cinta, aku heran dengan wanita zaman sekarang. Mereka mengaku muslimah, tapi enggan menutup aurat. Katanya ‘gak gaul’. Kalaupun menutup aurat, tapi memperlihatkan lekuk tubuhnya, katanya ‘mode’. Mereka mengaku muslimah, tapi bertabarruj (memamerkan kecantikannya di hadapan laki-laki yang bukan mahramnya). Mereka mengaku muslimah tapi bergaul secara bebas dengan lawan jenisnya (ikhtilath). masyaAllah.... apakah tidak diperoleh ilmu tentang etika seorang muslimah itu?!

Cinta, bukannya aku merasa paling baik, paling  taat, paling sholehah... demi Allah, bukan karena itu aku mengatakan tentang ini. Aku pun masih sangat banyak kekurangan, masih belum sepenuhnya bisa menjalankan kewajiban seorang muslimah untuk menjadi  sholehah.  Namun, karena khawatirku kepada mereka... rasa sayangku pada mereka... aku teringat hadits Nabi yang mengatakan bahwa penghuni neraka terbanyak adalah dari kaum wanita.

Cinta, aku tahu bahwa hidayah itu di tangan Allah. Manusia tak bisa memberi hidayah(taufik) kepada manusia yang lain. Tapi , tidak pula hidayah itu datang dengan sendirinya tanpa ada usaha untuk menjemputnya. Maka cinta, aku berusaha  mengajak mereka yang terketuk hatinya untuk menutup auratnya secara sempurna, tidak menampakkan lekuk tubuhnya. Mentaati Allah dan RasulNya. Aku ingin menjadi jalan pintu hidayah tersbut.

Cinta, sebagian dari mereka kaum wanita pengikut feminisme pasti mengatakan ini adalah hak asasi manusia, kebebasan berekspresi, dll dan mengatakan syariat islam itu kuno. Sehingga tidak ada yang boleh melarangnya berbuat apapun, termasuk syariat Allah. Lalu, aku heran kenapa mereka masih tinggal di bumi Allah, kalau mengaku muslim tapi tidak mau menjalankan syariatNya?!!! -Naudzubillah-

Cinta, tapi aku berharap, semoga semua itu hanya karena ketidak-tahuannya, bukan karena memang sengaja meninggalkan apa yang telah Allah perintahkan. Aku tidak mungkin memvonis buruk mereka yang berbuat demikian. Karena boleh jadi esok mereka berubah menjadi sosok yang luar biasa ketika hidayah taufik Allah itu datang. Belum tentu aku yang sudah berusaha mengamalkan perintah Allah ini , esok masih tetap seperti ini. Karena Allah yang memegang hati setiap hambaNya. Allah yang membolak-balikkan hati hambaNya. Dan kebaikan itu berada pada Akhir nya.

Cinta, semoga Allah membimbingku slalu untuk tetap istiqomah di jalanNya. Tetap menutup aurat, memperhatikan adab-adab interaksi terhadap lawan jenis yang bukan mahram, dsb. Karena aku tak ingin menjadi sumber fitnah dan tak ingin terfitnah. Aku tak ingin menjadi salah satu wanita penghuni neraka. Biarlah apa kata orang, selama aku berada di jalan yang benar, insyaAllah aku akan tetap bertahan dalam keistiqomahan.

Cinta, ini dulu curahan hatiku... terimakasih kau telah menampung keluhku...


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SEHAT ALA RASULULLAH

Sehat merupakan dambaan setiap orang. tak ada yang menginginkan sakit.jika ada orang yang sakit, dengan berbagai cara dilakukan untuk mendapatkan kesembuhan. sehingga ada yang mengatakan kalau sehat itu mahal harganya. maka dari itu, sebelum kita jatuh sakit, akan ada baiknya jika kita mencegahnya terlebih dahulu. rasulullah muhammad saw telah mencontohkannya kepada kita bagaimana cara menjaga kesehatan.
ada beberapa trik sehat ala rasululaah:
1. SELALU BANGUN SEBELUM SUBUH
rasulullah saw selalu mengajak umatnya untuk bangun sebelum subuh, melaksanakan shalat sunnah dan sholat fardhu, sholat subuh berjamaah.
hikmah:
- berlimpah pahala dari Allah
- kesegaran udara subuh yang bagus untuk kesehatan dan terapi TBC
- memperkuat pikiran
- menyehatkan perasaan
2. AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN
"Mandi pada hari jum'at adalah wajib bagi setiap orang dewasa. demikian pula menggosok gigi dan memekai harum-haruman" (HR.MUSLIM)
3.TIDAK PERNAH BANYAK MAKAN
Rasulullah saw bersabda,"Kami adalah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak(tidak sampai kekenyangan) "(muttafakun alaih)
4. GEMAR BERJALAN KAKI
dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir, pori-pori terbuka dan peredaran darah akan berjalan lancar. ini penting untuk mencegah penyakit jantung. selain itu, akan memperkuat otot kaki. 
5. TIDAK PEMARAH
nasihat Rasulullah :" jangan marah" diulangi 3 kali. ini menunjukkan hakikat kesehatan dan kekuatan muslim bukanlah terletak pada jasadiyahnya belaka. 
6. OPTIMIS dan TIDAK PUTUS ASA
hal ini memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap sabar, istiqomah dan bekerja keras serta tawakkal kepada Allah. 
7. TIDAK PERNAH IRI
hati yang iri akan membuat hati selalu dipenuhi perasaan tidak menerima apa yang telah ia miliki. ia selalu menginginkan apa yang dimiliki oleh orang lain. sehingga, perasaan tersebut akan mengganggu kehidupannya karena tidak pernah merasa tenang.

so, ayo hidup sehat. dimulai dari pribadi yang sehat, jiwa yang sehat, dan pikiran yang sehat. dan selalu bersyukur dan bersabar. :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS