Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Container Icon

Teman yang Shalihah


Bismillah…

Teman duduk begitu mempengaruhi diri kita. Mempengaruhi kualitas kepribadian kita. Ya, ini begitu kurasakan ketika duduk bersama orang yang shalih, maka kita akan ketularan shalihnya. Pun sebaliknya, apabila kita tak bisa mempengaruhi mereka, maka kita lah yang akan terpengaruh.

Hari ini, aku bertemu dengan seorang kawan yang begitu shalihah. Ia adalah kawanku dulu satu asrama. Tapi ia sudah lama pindah ke asrama yang lain. Subhanallah, aku begitu kagum akan pribadinya yang qona’ah, tawadhu’, sabar, selalu menyerahkan semua permasalahan hanya kepada Allah ta’ala. Setiap kata yang keluar dari lisannya begitu bermakna. Tak ada kata yang sia-sia yang keluar dari lisannya. Kata-katanya senantiasa mengandung ucapan doa. Subhanallaah… aku begitu kagum. Aku iri. Aku ingin seperti dirinya.

Ketika duduk dan melakukan pembicaraan dengannya, selalu yang dibahas berkaitan dengan Allah ta’ala. Jangan lupa saling mendoakan. Itu adalah kalimat yang senatiasa keluar ketika akan berpisah atau lagi menghadapi suatu pembicaraan yang berkaitan dengan masalah pribadi. Ah, begitu indahnya berkawan dengn orang-orang yang shalihah…

Sifatnya begitu dermawan. Ia selalu berusaha untuk menjadi muslimah yang shalihah. Benar-benar aku merindukannya. Semoga Allaah ta’ala menyatukan hati kita dengan cintaNya. Uhibbuki fillah…

29 oktober 2013
Fil maktabah
Ba’da asar

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Untaian Nasehat...


Bismillaah…

Tulisan ini merupakan nasehat yang ku peroleh sewaktu naik trans jogja tanggal 27 oktober 2013 sewaktu pulang dari takziah.
 Tepatnya, ketika di dalam bis, aku melihat seorang ibu duduk di dekatku. Dan di dekat beliau ada seorang mahasiswa UIN semester 3. Ini ku ketahui karena begitu jelas terdengar perbincangan yang dilakukan oleh si ibu dengan mahasiswa tersebut. Bahkan aku tidak bisa melihat wajah mereka, aku hanya mendengar suaranya saja.
Ibu itu berbicara panjang kali lebar kepada mahasiswa tersebut, seperti seorang ibu yang menasehati putranya. Tapi dari situ aku menjadi tersadar juga.

Ada 4 hal inti yang beliau nasehatkan kepada mahasiswa tersebut:
1.      1. Apapun jurusannya, tetap harus bersungguh-sungguh. “man jadda wajada”.
Seorang yang bersungguh dalam suatu hal, pasti ia akan mendapatkan hasil manis yang diperolehnya. Tingkat hasil sebanding dengan kesungguhannya dalam melakukan sesuatu.
2.     2.  Berbakti kepada kedua orangtua selagi masih ada.
Ridho Allah berada pada ridho orang tua, jadi kalau orang tua sudah ridho maka Allah pun akan meridhoinya. Jadi, buatlah orang tua bahagia. Ingatlah bahwa kuliah ini merupakan amanah dari orang tua. Sering-seringlah menghubungi orangtua. Karena orangtua akan begitu senang dan bahagia meskipun sekedar mendengar suara anaknya. Orangtua akan bahagia ketika anaknya bahagia. Jadi selalu berbuat baik kepada orang tua, khususnya kepada ibu. Jangan buat ibu sakit hati.

3.     3.  Manfaatkan waktu untuk hal-hal yang bermanfaat. Jangan disia-siakan.
Banyak pemuda-pemuda sekarang yang melakukan hal yang sia-sia, yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Maka, disamping studi di kampus, gunakan waktu senggang untuk belajar ilmu-ilmu yang lain yang bermanfaat. Pilih teman yang baik juga. Jangan bebas memilih teman. Karena teman sangat berpegaruh dalam hidup kita.
4.     4.  Bersusah-susah di masa muda dan menikmati hasil di masa tua itu jauh lebih baik.
Lebih baik berusaha keras sekarang dan menuai hasil yang manis di hari esok. Daripada sekarang bersantai-santai dan di hari tua yang susah payah. Karena sekarang mumpung masih muda, energy masih banyak, tenaga masih kuat, sehingga beban akibat susah payah masih bisa ditangung sekarang. Kalau sudah tua tenaga sudah minim, terus kalau masih juga bersusah payah maka akan semakin menyusahkan.
Meskipun nasehat itu ditujukan kepada mahasiswa tersebut, aku juga turut merasakannya. Seolah-olah nasehat itu ditujukan kepadaku. Aku sangat bersyukur, ini mungkin merupakan peringatan Allah ta’ala untukku.
Saat mendengarnya, aku tak kuasa untuk tidak mengeluarkan airmataku. Apalagi ketika nasehat yang disampaikan berkaitan dengan orang tua. Aku sangat tersentuh. Aku langsung teringat bapak-ibu yang ada di rumah.
Berkaitan dengan waktu juga membuatku menyadari betapa aku akhir-akhir ini banyak menghabiskannya untuk hal-hal yang tak bermanfaat.
Ya Allaah… apakah ini peringatan untukku? Terimaksih Engkau begitu menyayangi hambaMU ini… Engkau kirimkan teguran-teguran atas sikap lalaiku selama ini.

29 oktober 2013
-maryam azzahra-
Diselesaikan di perpustakaan UIN SUKA
Pukul 3.10 p.m

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sebuah Peringatan...


Bismillaah…


Hari ini aku dan saudari-saudariku seiman takziah ke tempat seorang teman halaqah, karena ayahnya meninggal. Innalillaahi wa inna ilaihi raaji’uun.

Telah lama aku tidak ta’ziah, sehingga peristiwa ini mengingatkanku kembali akan sebuah peristiwa dimana semua tiada bermanfaat kecuali amalnya.
Disana aku melihat tubuh yang terbaring berselimut kain jarit. Aku tak bisa menahan airmataku. Ya, air mataku mangalir membasahi masker yang ku kenakan. Kau tahu kenapa aku menangis?? Karena aku membayangkan seandainya yang terbaring kaku diatas meja itu adalah aku, ya jasadku ini. Aku teringat semua dosa yang pernah kulakukan, aku teringat akan kemaksiatan yang terus mengisi hariku, aku masih sering melanggar larangan Allah ta’ala, aku masih sering meninggalkan ketaatan kepada-Nya… aku teringat aku belum bisa membahagiakan ibu-bapakku. Aku belum minta maaf atas semua kesalahanku dan kedurhakaanku kepada orangtuaku, aku masih sering membuat ibu dan bapak menangis. Aku sering menzhalimi manusia lain, dan belum sempat minta maaf. Masih sedikit sekali bekalku untuk menuju kampung akhirat. Aku… aahhh….. aku takut akan suatu hari yang pasti terjadi sedangkan aku tak sempat bertaubat  kepada Rabbku atas semua dosa-dosaku… aku khawatir disaat kematianku tiba aku belum sempat minta maaf kepada orang-orang yang pernah aku zhalimi… aku khawatir saat Izrail mendatangiku aku dalam keadaan bermaksiat kepada-Nya.

kullu nafsun dzaaiqotul mauut… (setiap jiwa pasti akan mati…)
Benar-benar kematian adalah pelajaran yang sangat berharga bagi jiwa yang peka, untuk menunjukkan apakah seorang hamba itu dalam keadaan yang slalu ingat(pada Allah ta’ala) atau dalam keadaan yang lalai. Dan ini sungguh suatu teguran untukku atas semua nikmat yang aku sia-siakan. Aku melalaikan nikmat waktu yang telah Allah ta’ala berikan kepadaku. Aku masih sering menunda-nunda waktu sholat, masih sering mengisi waktu luangku dengan hal yang sia-sia. Aku melalaikan nikmat Allah ta’ala berupa tubuh ini, mata, telinga, tangan, kaki,…  mataku lebih sering membaca status-status facebook dibanding membaca Al-Qur’an, sehingga  telingaku  pun jadi semakin jarang mendengar tilawah Al-Qur’an.. tanganku, masih sering ku gunakan untuk berbuat jahil kepada oranglain dibanding membantunya... kakiku, masih jarang kugunakan untuk hadir di majelis-majelis ‘ilmu untuk mendengar tausyiah para ustadz/ah. Juga hatiku yang tak kugunakan untuk menghayati dan meresapi itu semua. Akalku yang sering kugunakan untuk negative thinking.

Dan jika hari ini adalah hari terakhirku…
Lalu, apa amal yang bisa kubanggakan dihadapanNya kelak??? Aku masih belum bisa istiqomah,.. aku masih sering berbelok arah ketika aku tersandung batu kerikil. Ya Allah… ya Rabby… matikanlah aku dalam keadaan muslim. Jangan Kau cabut nikmat iman dan islam dari dalam hatiku.. jangan Kau sesatkan aku setelah Engkau beri aku petunjuk.., istiqomahkan aku untuk senantiasa berada diatas kebenaran meskipun aku harus berjalan merangkak..

“RABBANAA LAA TUZIGH QULUUBANAA BA’DA IDZ HADAITANAA WA HABLANAA MIN LADUNKA RAHMAH INNAKA ANTAL WAHHAAB”

Akankah kematian tidak cukup menjadi sebuah pelajaran??





Sleman, 27 oktober 2013

-maryam az-zahra-

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

RINDU




RINDU
Ya Allah, serasa ada yang hilang dalam diri ini.
Mana hafalanku?
Mana shoum sunnahku?
 Mana sholat tahajudku?
Mana dzikirku?
Dimana semua itu YaAllah..??
aku merasa hampa, aku merasa semakin jauh dariMu.
Mana infaqku?
Mana shalat dhuhaku?
Mana semangat menuntut ilmuku? 

Ya Allah, kembalikan lagi itu semua kepadaku.
Agar jiwa ini tak hampa, agar hati ini tak beku, tak gersang, tak tandus,,,
Ya Allah, aku merindukan saat2 dimana aku khusyuk menghafal dan memuroja’ah hafalanku...
aku merindukan saat aku khusyuk bermunajat kepadaMu di sepertiga malam terakhir,
aku rindu saat2 dimana aku khusyuk mendengarkan nasehat para ustadz.
Aku merindukan masa-masa yang membuatku merasa tentram mengingatMu, Ya Allah...

Ya Allah, dosa-dosaku telah menghalangiku untuk mendekat kepadaMU,
mungkin karena aku yang berusaha menjauh dariMu, aku telah terlena dengan dunia, sehingga tak sempat ku menyibukkan untuk mendekat kepadaMu.

Ya Allah, tolong hamba untuk kembali mendekat kepadaMu,
tolonglah hamba supaya bisa istiqomah di jalanMu...
jiwaku rindu untuk dekat denganMu...
aku rindu...


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

untuk kekasih,,,


untuk kekasih,,,

Teruntuk kekasih hati yang entah dimana engkau kini,
bagaimana kabar imanmu hari ini?
bagaimana pula ibadah fardhu juga sunnahmu?
semoga tetap isiqomah diatas sunnah.

Disini ku senantiasa menanti kehadiranmu,
ku sabar menunggu,
tapi bukan berarti diam membisu.

ku isi hari-hariku tuk menuntut ilmu,
ku manfaatkan sebaik mungkin waktuku menanti kehadiranmu disisiku.
semoga engkau juga begitu,
siapapun engkau yang aku juga tak tau.

Engkau yang entah dimana kini,
yakinlah bahwa suatu saat nanti,
kita betemu, pasti.

Sekarang, sibukkan dirimu dengan menuntut ilmu syar’ie,
mengumpulkan bekal untuk hidup nanti,
mendekatkan diri pada ilahi,
menghafal ayat-ayat Al-Qu’an juga hadits Nabi.

sibukkan dirimu dengan semua itu,
hingga saatnya nanti kita melepas rindu.
tahukah kau, bahwa disini kuu merindukanmu??!
tapi ku tepis semua itu,
biar tak mengganggu kekhusyukan ibadahku,
biarlah kerinduanku kini tertumpahkan pada Rabbku.

Tenanglah kasih,
bahwa aku kan senantiasa menjaga izzah dan iffahku.
ku berusaha menjaga hati agar cintaku jatuh padamu.
yakinlah padaku.
asal engkau juga menjaga dirimu.
bukankah lelaki yang baik untuk wanita yang baik?!
bersabarlah dengan fitnah-fitnah yang bertebaran di sekelilingmu,
agar engkau selamat.
bukan hanya menyelamatkanmu, tapi juga diriku.
aku pun akan melakukan seperti yang engkau lakukan.
engkau tahu kan kalau jodoh adalah cerminan diri?!

Jika engkau rasa telah cukup bekalmu,
segeralah menjemputku sebagai bidadarimu.
Untuk kekasihku yang entah aku juga tak tahu siapa namamu,
tapi yang pasti Allah menakdirkan kita bersatu.
Salam rinduku untukmu,,, 


by calon bidadari surga
 



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Teruntuk Kekasih


Bismillah....

Dear my love anywhere you are now..
Kekasih, gimana kabar imanmu saat ini? Semoga engkau senantiasa dalam penjagaanNya. Semoga engkau selalu istiqomah di jalanNya. Doakan aku ya, mudah-mudahan juga seperti doaku untukmu.

Kekasih, aku disini sungguh merindukan kehadiranmu, kapan kita bisa bertemu? Engkau yang disana apakah juga teringat padaku?? Ku harap juga begitu..
Tahukah engkau, kekasih,  disini aku senantiasa menjaga diriku, menjaga hati dan pandanganku, hingga suatu hari nanti ku sepenuhnya menjadi milikmu. Kan ku serahkan jiwa ragaku tuk dirimu wahai kekasih hatiku. Di malam yang syahdu, yang kita tuggu-tunggu. Saat itulah saat dimana aku dan dirimu telah halal dan kita menyatu dalam ikatan nan suci. 

Ya, ku jaga diriku untuk suatu malam yang aku bisa membuktikan bahwa aku adalah bidadari yang pantas buatmu, bidadari yang kan meluluhkan hatimu. Kujaga kehormatanku hanya untuk dirimu wahai kasih. Apakah kau juga begitu?? 

Kasih, yang saat ini lagi giat menuntut ilmu syar’i, kelak ajari aku ilmu yang telah kau peroleh, bimbing aku agar semakin dekat dengan Ar-Rahman. Tuntun aku kedalam indahnya taman surga.

Kekasihku, yang kini entah dimana berada, aku jatuh cinta padamu karena dekatnya dirimu dengan Tuhanmu. Aku harap kita bisa bersama hingga di surga nanti... aamiiin... 


By calon bidadari surga

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

HATI-HATI DENGAN FITNAH LAWAN JENIS


HATI-HATI DENGAN FITNAH LAWAN JENIS

Awalnya kenalan, terus sering kirim salam, pura-pura tanya kabar, terus sering nasehat-nasehatan, terus ngebahas yang gak jelas karuan, apalagi curhat-curhatan, setelah itu tumbuh rindu kalau gak dibalas itu pesan, terasa dekat meskipun jauh dari pandangan. Angan-angannya terbang melayang sampai nabrak awan. Uh, bener bener telah tergoda rayuan setan. Namanya slalu kebayang dalam pikiran, apalagi wajahnya yang rupawan, sulit terlupakan.  Tidur gak nyenyak n gak nafsu makan. Apalagi kalu lagi turun tuh iman.  Ibadah jadi terlupakan. Bukan untuk mengingat ar-Rahman, eh malah inget tu pujaan. Gimana sih kawan?!!
Ayolah kawan, sadarkan diri kalian. Jangan turuti hawa nafsu n bisikan setan.

Wahai kaum yang beriman, jagalah iman kalian. Karena setan selalu sabar mencuri iman kalian. Tak kenal tempat dan zaman. Supaya terhindar dari fitnah akhwat/ikhwan.
Katanya sudah tegak hujjah di hati kalian, kenapa ilmu itu gak kau amalkan?? Apakah menuntut ilmu itu hanya untuk mengisi waktu luang? Atau untuk menambah keimanan?!
Sadarlah kawan,, sebelum datang kematian. Jangan sia-siakan wktu dan fikiran hanya untuk memikirkan dia seorang. Kasihan lah nanti pasangan sah kalian, hanya kau beri perhatian dgn sisa-sisa energi kalian. Duh, sangat menyedihkan. Ayo kawan, bentengi keimanan , jangan sampai terjerumus dalam lingkaran setan. Sebelum penyesalan itu datang.
Oke kawan,,^^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS